Puisiku

Karya : Nurhidayati

KUYAKIN KAU ADA

Kau tak kudengar
Kau tak kulihat
Kau tak teraba olehku
Tapi …
Aku yakin Kau ada

Kau beri apa pun yang kuminta
Meski …
Aku tak bisa paksa kapan adanya

Aku tak bisa mengelak
Apa pun yang terjadi padaku

Tuhan
Kuyakin Kau ada

MUTIARA HATI

Penuh canda
Penuh tawa
Penuh tanya

Kadang merajuk
Kadang merayu
Dan terkadang tingkahmu
Mengkhawatirkan aku
Bahkan membuatku marah

Engkau mutiara hatiku
Engkau penghilang capaiku
Engkau penghibur hatiku
Engkaulah anak-anakku

HARAPANKU …

Walau kadang lelah dan lunglai
Itu tetap harus diterima
Syukur tetap harus diucapkan
Nun di langit sana harap digantungkan
Untuk bisa dicapai

Ikhtiar senantiasa dilakukan
Sampai didapat keinginan
Nun di langit sana harap digantungkan
Akan tercapai juga dengan usaha

Rencana susun segera
Elakkan halangan dan rintangan
Nun di langit sana harap digantungkan
Oleh kita insan Ilahi

SUATU SAAT DI SEKOLAHKU

Hiruk pikuk di sini
Di pojok ruang tiga guru sibuk
Sibuk di depan komputer
Di depan sana
Seorang bapak sibuk dengan tumpukan kertas
Sementara warga yang lain
Mengajar, belajar …
Kerjakan ini dan itu.

Teriakan anak-anak
Terdengar riang di luar sana
Memperebutkan bola basket
Teriakan guru sesekali terdengar
Dari sini.

PAGI ITU

Sret … sret… sret…
Wer… uwer… uwer
Suara baling-baling ditiup angin

Mendung menggantung di langit
Tidak begitu tebal tapi rata
Mendung mau hujan?
Entahlah?!

Sepi.
Suara baling-baling tak terdengar lagi
Pertanda angin tidak begitu kencang

Perlahan tapi pasti
Mentari mengusir mendung di langit
Dengan lembut.

SANGGUPKAH? HARUS!

Puji dan syukur terucap
Setiap pagi
Setiap hari
Setiap saat
Atas karunia yang dilimpahkannya

Walau berat
Ku harus bulatkan tekad

Janji harus ditepati
Kesanggupan harus dijalankan
Ketabahan harus tetap dijaga

BANGKIT

Glodag … tersentak aku
Buyar lamunanku
Timbul ideku
Kutulis puisi ini

Puisi tentang anak manusia
Yang sedang dilanda nestapa
Sakit hilang tugas menghadang
Meski begitu
Harus bangkit dari lamunan
Harus bangkit dari tidur yang tak lena

SIAPA?

Antara benci dan kasihan
Benci karena bisa membuat sakit
Kasihan karena tidak terurus
Wajahmu kotor menjijikkan
Kalian makan dari bak sampah ke bak sampah
Sisa yang dibuang orang
Kenyang tak kenyang itu adanya
Puas tak puas itu adanya

Kucing liar
Kau makhluk Tuhan juga

Gadis Kecilku

Kian kemari, begitu cerianya
Menari-nari, begitu bahagia

Gadisku,
Kuingin bahagia kau selalu
Kuingin ceria kau selalu
Menatap masa depan
Dengan langkah mantap
Tanpa jemu, tanpa ragu

Kutulis goresan ini untukmu
Ungkapan kasih dan sayangku padamu

Gelisah Aku

Oh Tuhan, begitu kecil aku
Oh Tuhan besarkan hatiku
Kutanamkan dalam hatiku
Aku sudah sembuh
Aku mampu menempuhnya
Di antara ketertinggalan
Dengan teman-teman yang sudah melesat
Sementara aku berjalan
Tertinggal di belakang

Tuhan
Tuntunlah jalanku
Tunjukkkan jalan untukku
Kuatkanlah aku